Profil Administrasi Perkantoran
Sabtu, 22 Januari 2011
SELEKSI PESERTA LKS TINGKAT SEKOLAH
LKS (Lomba Kompetensi Siswa) merupakan agenda rutin di lingkungan SMK. Sebelum mengikuti ajang LKS Tingkat Provinsi Kepri, lebih dahulu dilaksanakan seleksi LKS tingkat sekolah yaitu pada hari Sabtu, 22 Januari 2011 untuk Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran. Seleksi ini bertujuan untuk mencari calon peserta yang terbaik dan akan memberikan pembinaan kepada calon peserta yang terpilih. Kegiatan LKS Tingkat Provinsi Kepri diagendakan pada bulan Maret 2011 di Kota Tanjungpinang.
Jumat, 14 Januari 2011
KEGIATAN KEROHANIAN (Setiap hari Jum'at, Pukul 07.00 s.d 07.45)
Kegiatan kerohanian ini dilaksanakan 3 (tiga) kelompok, yaitu: Agama Islam, Agama Kristen, dan Agama Budha. Tempat pelaksanaan secara bergiliran di aula, lapangan dan kelas. Kegiatan ini dipimpin oleh masing-masing pembina kerohanian, sedangkan acara diisi oleh siswa, guru dan mengundang nara sumber. Untuk kerohanian Islam diisi dengan tausyiah agama, membaca surat yasin, Asmah al Husna dll. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat membentuk siswa berkarakter yang berakhlaq mulia dan berbudi pekerti luhur.
Rabu, 05 Januari 2011
Selasa, 23 November 2010
RSBI
RSBI
Ada Lagi yang Latah Mau Jadi RSBI?
Selasa, 23 November 2010 | 20:13 WIB
shutterstock
Ilustrasi: Di Indonesia saat ini terdapat 1.100 sekolah berstatus RSBI mulai tingkat SD hingga SMA. Begitu melihat RSBI, sekolah lain yang bukan RSBI juga terdorong menjadi RSBI.TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan membentuk Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap telah memenuhi syarat oleh pemerintah menyebabkan muncul fenomena "latah RSBI" pada sekolah-sekolah yang belum memiliki status tersebut. Semua sekolah pada akhirnya berkeinginan menjadi sekolah yang berstatus RSBI kendati daya dukungnya tidak memungkinkan, baik itu dari segi kurikulum, siswa, dan guru.
Begitu melihat RSBI, sekolah lain yang bukan RSBI juga terdorong menjadi RSBI lantaran sistem pengelolaan di dalamnya sudah seperti RSBI seperti ada AC. Ini bahayanya.
-- Ade Irawan
"Guru yang direkomendasi itu seperti apa, karena peranan guru dalam RSBI itu penting sekali," ujar Lodi Paat pada diskusi tentang RSBI yang digelar oleh Koalisi pendidikan dan Indonesia Corupption Watch (ICW) di kantor ICW, Selasa (23/11/2010).
Menurut Lodi, konsep RSBI sangat tidak Indonesia. Sayangnya, umumnya masyarakat kalangan kelas menengah atas sangat menyukai RSBI lantaran memakai bahasa Inggris.
"Di sekolah RSBI itu ada kelas-kelas orang yang bisa bahasa Inggris dan yang tidak. Padahal, orang yang bisa berbahasa Inggris itu belum tentu pintar. Ini bukan berarti kita antiberbahasa Inggris, tapi contohlah Jepang, meskipun tidak fasih bahasa Inggris, mereka pintar-pintar," tandas Lodi.
Celakanya, lanjut Lodi, saat ini perlawanan terhadap kebijakan RSBI bukan hanya terhadap pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Perlawanan itu kini juga berlaku pada masyarakat menengah atas yang mendukung RSBI.
Peneliti Senior ICW, Ade Irawan, mengatakan hadirnya RSBI lebih diawali hanya untuk kepentingan proyek. Karena RSBI adalah proyek, lanjut dia, pasti akan berhenti jika uangnya habis.
Berdasarkan itu, bahaya paling besar dari RSBI adalah dampaknya yang kelak akan muncul. Di Indonesia, lanjut dia, saat ini terdapat 1.100 sekolah berstatus RSBI mulai tingkat SD hingga SMA.
"Begitu melihat RSBI, maka sekolah lain yang bukan RSBI juga terdorong menjadi RSBI lantaran sistem pengelolaan di dalamnya sudah seperti RSBI seperti ada AC. Celakanya ini mulai menjamur dan inilah bahayanya," ucap Ade.
Penulis: LTF | Editor: LatiefDibaca : 363
Sent from Indosat BlackBerry pow
Jumat, 05 November 2010
TABLE MANNER
Memahami aturan tata krama di meja makan alias table manner adalah bagian dari pengetahuan standar setiap orang. Meski demikian banyak pernak-pernik yang membedakan sistem table manner, sesuai dengan adat kebiasaan masing-masing negara.
Untuk masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan profesional, table manner paling banyak diadopsi dari standar Amerika. Meski tentu saja tetap dicampur dengan adat kebiasaan orang Indonesia itu sendiri.
Aturan-aturan pokok tata cara di meja makan ini terdiri atas 3 yang utama yakni, pertama sebelum makan, kedua tata cara menggunakan perlengkapan makan, dan yang ketiga saat makan sedang berlangsung.
"Table manner" untuk siswa administrasi perkantoran seperti biasa dilaksanakan tiap tahun. Pada kesempatan tahun ini "table manner" dilaksanakan di Comfort Hotel and Resort, Kamis, 4 November 2010.
Selasa, 26 Oktober 2010
Hujan,.....Tapi Tetap Semangat
Memperingati Hari Jadi Kota Otonom Kota Tanjungpinang, pemerintah mengadakan Pawai Rakyat pada hari Sabtu, 23 Oktober 2010. Pawai diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar, utusan-utusan kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah/swasta, paguyuban, LSM dsb.
Sangat disayangkan kegiatan pawai ini tidak diikuti dengan multi efek lainnya, misalnya tidak kelihatan adanya turis yang berdatangan melihat kegiatan pawai tersebut. Namun demikian peserta pawai tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut, walaupun tidak didukung oleh cuaca yang bersahabat, karena belum semua peserta pawai sampai di garis finish, hujan mengguyuri kota Tanjungpinang.
Sangat disayangkan kegiatan pawai ini tidak diikuti dengan multi efek lainnya, misalnya tidak kelihatan adanya turis yang berdatangan melihat kegiatan pawai tersebut. Namun demikian peserta pawai tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut, walaupun tidak didukung oleh cuaca yang bersahabat, karena belum semua peserta pawai sampai di garis finish, hujan mengguyuri kota Tanjungpinang.
Minggu, 17 Oktober 2010
Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Setelah ditetapkan sebagai salah satu pilot project (proyek percontohan) sebagai sekolah "budaya dan karakter bangsa", maka nilai-nilai yang harus dikembangkan adalah sebagai berikut: nilai, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, keatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.
Pada dasarnya nilai-nilai tersebut sudah dikembangkan hanya belum maksimal. Jika nilai-nilai tersebut sudah terpatri pada seluruh warga sekolah, maka tidak akan ada penyimpangan-penyimpangan seperti, perkelahian, siswa yang menyontek atau mempersiapkan jimat ketika hendak menghadapi ujian, tidak akan ada kehilangan, korupsi, lingkungan sekolah bersih, siswa yang cabut ketika jam pelajaran, dll.
Intinya nilai-nilai tersebut bertujuan membentuk siswa-siswa agar memliki akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur.
Pada dasarnya nilai-nilai tersebut sudah dikembangkan hanya belum maksimal. Jika nilai-nilai tersebut sudah terpatri pada seluruh warga sekolah, maka tidak akan ada penyimpangan-penyimpangan seperti, perkelahian, siswa yang menyontek atau mempersiapkan jimat ketika hendak menghadapi ujian, tidak akan ada kehilangan, korupsi, lingkungan sekolah bersih, siswa yang cabut ketika jam pelajaran, dll.
Intinya nilai-nilai tersebut bertujuan membentuk siswa-siswa agar memliki akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur.
Langganan:
Postingan (Atom)

